Minggu, 17 Februari 2019

Jokowi Buat APBN Makin Jebol dengan Turunkan Tarif Dasar Listrik?

Berbagai Macam Tujuan akan membahas artikel, Per 1 Maret nanti, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019. Pelanggan golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar tarif listrik sebesar Rp1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal sebesar Rp1.352 per kWh. Penurunan tarif ini berlaku bagi 21 juta pelanggan listrik R-1 900 VA RTM.


Kebijakan tersebut membuat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menduga-menduga. Adanya penurunan tarif dasar listrik maka akan memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ke depannya.

"Semua berlomba membangkrutkan pemerintah yang akan datang. APBN 2020 Akan jebol," kicau akun Twitter @Fahrihamzah, Minggu (17/2/2019).

Sementara akun warganet (netizen) yang merupakan buzzer kubu pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno juga ikut mengomentari keputusan diskon tarif listrik. Misalnya, akun @boyrambo82, dia mencuit bahwa kebijakan tersebut diputuskan agar calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dapat meraup suara pemilih dalam pemilihan presiden (pilpres) April 2019.

"Tarif Listrik 21 Juta Pelanggan 900 VA Turun Mulai 1 Maret. Kemarin BBM yang Turun, sekarang TDL juga cepat-cepat diturunkan. Moga bukan bagian dari strategi menaikkan elaktabilitas yang mangkrak & Turun terus jelang April. Rakyat makin cerdas kok!!!#NewEraPrabowoSandi," ujarnya.

Sementara akun @HukumDan, menilai sosok Jokowi hanya cukup memimpin periode pertama. Karena sosoknya lebih mampu mengurus keluarga dibanding negara.

"Alhamdulillah..tarif listrik Turun BBM Turun. Katanya Jokowi orang baik..Ya baik untuk urus keluarga dan cucu, bukan urus Negara. Demikian kata orang-orang di warung kopi#NewEraPrabowoSandi," katanya.


Sumber : Akurat.co
Editor : Esamm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar